Tips Belajar Fotografi DSLR Dengan Memahami Mode Manual dan Aperture Priority

Friday, 19 April 2013 11:00
Tips Belajar Fotografi DSLR Dengan Memahami Mode Manual dan Aperture Priority

Kebanyakan fotografer pemula maupun profesional memiliki referensi sendiri dalam mengatur kamera ketika ingin melakukan pengambilan gambar mulai dari kondisi lingkungan, objek yang difoto sampai pencahayaan yang sangat vital untuk mendapatkan gambar yang sesuai dengan keinginan. Kebanyakan fotografer pemula yang belajar fotografi DSLR menggunakan pengaturan otomatis karena belum terbiasa dengan kamera yang mereka miliki maupun cara yang digunakan untuk mengambil gambar yang baik, sedangkan fotografer profesional memilih pengaturan manual dikarenakan pengaturan manual dapat disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan, pencahayaan, kecepatan shutter dan faktor lain.

Ada beberapa parameter ketika belajar fotografi DSLR dalam pengambilan gambar yang akan menentukan apakah gambar yang difoto memiliki pencahayaan yang pas, tidak kurang atau lebih, yang dikenal dengan exposure triangle. Jika mengetahui tentang teori ini, belajar foto dengan DSLR akan semakin mudah.

Aperture, Shutter Speed, ISO

Sebuah foto atau gambar harus memiliki tingkat pencahayaan yang pas untuk menonjolkan objek maupun makna yang ingin disampaikan dalam foto. Bagi pemula yang baru belajar fotografi harus tahu bahwa jika pencahayaan yang terlalu banyak, foto akan terkesan terlalu terang karena cahaya yang ditangkap terlalu banyak yang sering disebut dengan over exposure. Sedangkan jika cahaya yang ditangkap terlalu sedikit, maka foto akan terlihat buram atau terlalu gelap yang sering disebut dengan kondisi under exposure. Exposure atau dalam bahasa Indonesia disebut pajanan ini merupakan gabungan dari tiga unsur utama dalam pencahayaan pada kamera digital yang disebut dengan exposure triangle yaitu aperture, shutter speed, dan ISO. Aperture sendiri adalah ukuran dari besarnya lensa yang digunakan terbuka saat pengambilan foto untuk menentukan jumlah cahaya yang diinginkan untuk menerangi atau memberikan pencahayaan pada objek dalam foto, semakin besar lubang lensa yang terbuka, maka semakin banyak cahaya yang akan ikut tertangkap oleh kamera.

Belajar fotografi DSLR memang harus mengerti akan teori dan praktek dari fungsi ini, shutter speed atau kecepatan rana dalam kamera digital adalah rentang waktu saat tombol shutter pada kamera ditekan sampai dengan tombol shutter kembali ke posisi semula. Ini mengakibatkan foto yang diambil disesuaikan waktunya dengan rentang waktu yang diberikan oleh kecepatan rana. Saat tombol shutter ditekan untuk pertama kali, sensor akan melihat objek yang ingin difoto dan berhenti ketika tombol shutter kembali ke posisi awal. Kecepatan rana berguna untuk menentukan kuantitas cahaya yang diinginkan, semakin cepat kecepatan rana yang diatur maka cahaya yang ditangkap semakin sedikit begitu juga sebaliknya.

Parameter terakhir yang harus dipelajari oleh pemula yang baru saja belajar fotografi adalah ISO atau sensitivitas sensor kamera. ISO digunakan untuk mengatur tingkat kesensitifitas sensor kamera pada cahaya yang ada. Semakin nilai ISO yang digunakan, maka semakin sedikit cahaya yang dibutuhkan. Sedangkan jika nilai ISO yang digunakan kecil, maka semakin banyak cahaya yang dibutuhkan oleh sensor kamera untuk membuat kecerahan gambar sesuai dengan yang diinginkan.

Mode Manual dan Aperture Priority

Pemula yang belajar fotografi harus mengerti dengan mode eksposur yang ada pada kamera, untuk pengaturan eksposur pada kamera digital dapat dilakukan dengan mudah dikarenakan kamera digital pada umumnya menyertakan mode otomatis sampai mode manual yang dapat diatur oleh fotografer sendiri untuk hasil gambar yang diinginkan. Dari 3 parameter eksposur yaitu ISO, aperture, dan shutter speed dapat digabungkan sehingga akan terjadi 8 kombinasi yang dapat digunakan dalam mengatur pencahayaan pada foto. Dalam kamera digital, 3 parameter eksposur ini dapat diatur dengan menggunakan 4 mode yang disertakan dalam pengaturan kamera, yaitu mode PSAM. PSAM atau Program Mode, Aperture Priority, Shutter Priority, dan Manual Mode yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan.

Dalam artikel belajar fotografi ini akan dijelaskan 2 mode yang sering digunakan dalam pengambilan gambar, yaitu aperture priority dan manual mode. Untuk mode aperture priority, fotografer melakukan pengaturan secara manual terhadap nilai aperture yang diinginkan dan kamera akan secara mengkalkulasi nilai dari shutter speed sedangkan untuk nilai ISO dapat diberikan secara manual atau auto ISO untuk pengaturan otomatis oleh kamera. Sedangkan mode manual sendiri memberi kita kebebasan dalam menentukan nilai dari aperture, ISO, sampai shutter speed sehingga fotografer harus benar-benar mengerti dan paham akan kondisi lingkungan serta objek yang difoto.

Keuntungan

Kedua mode ini masing-masing memiliki keuntungan sendiri disesuaikan dengan kebutuhan dari fotografer sendiri. Pemula yang baru belajar fotografi dapat menggunakan mode otomatis pada awal pembelajaran dan ketika sudah mahir dapat berganti-ganti. Untuk mode aperture sendiri memberikan kemudahan bagi fotografer untuk memotret dengan fokus berada pada objek dan latar belakang menjadi blur atau buram. Aperture memberikan kenyamanan dalam mengatur ruang tajam dalam foto. Sedangkan manual mode digunakan jika kondisi pencahayaan yang sering berubah-ubah sehingga penggunaan nilai yang baku tidak bisa menghasilkan foto yang bagus dan konsisten. Belajar fotografi tidaklah sulit selama kita masih mau belajar untuk berkembang. [BAM]