Paseban Web Version

Jaringan Handphone Bisa Tetap Ada Tanpa Menara BTS

Friday, 15 March 2013 19:00
Jaringan Handphone Bisa Tetap Ada Tanpa Menara BTS

Ketika jaringan handphone di Haiti selamat dari gempa yang mengerikan pada tahun 2010, adanya pekerja kemanusiaan dari seluruh penjuru dunia yang sangat membludak mengakibatkan jaringan ponsel ini rusak. Josh Thomas dan Josh Robble yang bekerja di Mitre melihat permasalahan ini dan membuat prototipe cadangan jaringan yang bekerja hanya dengan menggunakan chip Wi-Fi pada handphone Android. Kemampuan ini tidak akan terdapat pada handphone yang muncul saat ini, namun proyek perintis ini sangat menarik untuk dimengerti dan diikuti, dan mungkin hal ini bisa menjadi proyek untuk pengembangan Android.

Proyek Smart Phone Ad-Hoc Network (SPAN) mengkonfigurasi ulang Wi-Fi chip yang menempel pada handphone untuk berfungsi sebagai router Wi-Fi. Satu handphone ini berhubungan dengan handphone terdekat yang memilki konfigurasi yang sama yang akhirnya membuat satu ikatan jaringan Ad-Hoc, handphone dapat berkomunikasi satu dengan yang lain tanpa menggunakan pembawa jaringan operasional (menara BTS). SPAN mengambil alih seluruh komunikasi pada Global Handset Proxy, jadi aplikasi-aplikasi seperti VoIP, Twitter, email dan sebagainya dapat bekerja dengan normal.

Sumber yang berasal dari ekstensi nirkabel Linux API digabung ke sumber kernel Android kemudian disusun. Versi modifikasi dari Andoid digunakan untuk mencari model handphone Android yang spesifik untuk ditampakkan dan memanfaatkan fitur routing Ad-Hoc pada chip Wi-Fi yang tergabung dalam handphone untuk mengambil alih jaringan komunikasi yang biasanya.

Ini merupakan rangka kerja untuk penelitian lebih lanjut untuk mengetahui bagaimana membangun suatu kasus spesial dari ikatan jaringan ad-hoc. Modul routing SPAN didesain agar mudah dipasang dan dipakai lagi sehingga dapat dengan mudah diganti-ganti. Peneliti dan pengembang tertarik untuk bereksperimen dengan protokol routing baru yang mungkin membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk membangun keseluruhan aplikasi dengan menggunakan rangka kerja SPAN.

Versi yang ada saat ini dapat dialihkan antara protokol routing skala besar yang diadopsi OSLRd dan Dijkstra untuk menguji perbedaan dalam performa dari pendeteksian jaringan dan routing. Dalam pengujian SPAN, batas protokol routing telah ditemukan. Pendeteksi jaringan memberi informasi sebuah jaringan dengan paket "hello” sehingga protokol routing ditemukan. Tipe pendeteksi sepert ini bekerja dengan baik di jaringan statis karena jumlah bandwitdh yang digunakan untuk pendeteksian dibatasi supaya jaringan handphone tidak berubah-ubah.

Namun pada sebuah ikatan jaringan ad-hoc yang dibuat oleh handphone, pergerakan dan perubahan merupakan faktor yang sering terjadi membuat masalah dalam mempertahankan informasi routing semakin besar namun hal ini menginspirasi suatu metode baru yang bernama Better-Approach-To-Mobile-Adhoc-Network (BATMAN). Hal ini akan mendesentralisasi pendeteksian jaringan dan membatasi titik koneksi dari mengumpulkan seluruh informasi routing pada seluruh jaringan handphone tersebut. Tujuan dari proyek BATMAN adalah membuat metode yang lebih dinamis dalam mengumpulkan informasi routing saat jalan. Di atas protokol routing BATMAN, terdapat beberapa kajian untuk menggunakan kecerdasan mesin untuk menambahkan routing yang bisa diprediksi dengan informasi dari accelerometer dari Android, sensor gravitasi, gyroscopes dan sensor vektor rotasi untuk memprediksi dimana terdapat titik koneksi berikutnya dalam jaringan ponsel tersebut.

Pengujian pertama sangat sukses. Setiap handphone dalam jaringan dapat bekerja dengan jarak 30 meter dari handphone yang terdekat. VoIP bekerja hingga lima hop, tes pertama dengan 30 titik koneksi tidak mencapai batas dari jumlah channel yang didukung dengan 802.11, namun pengembang berharap untuk menemukan satu ketika jumlah titik koneksi yang lebih besar dibuat. Selain itu menyelesaikan masalah tersebut dengan protokol routing yang baru. Menjembatani jaringan yang telah dibuat ke jaringan yang lain dengan menggunakan tablet yang digunakan untuk menambah koneksi internet dengan adapater Wi-Fi USB, jadi internet dan jaringan eksternal VoIP dapat dicapai siapapun yang terkoneksi dengan ikatan jaringan ad-hoc tersebut.

SPAN telah diumumkan di Github sebagai sumber perhatian. Hal ini digunakan untuk mempromosikan pengembangan lebih lanjut dan sebagai aplikasi yang nantinya digunakan pada Google Play. Pengumuman dari Github ini telah menarik berbagai peneliti untuk bereksperimen dan berkontribusi untuk pengembangan proyek ini. Sudah terdapat kurang lebih 500 eksperimen untuk pengembangan proyek ini di Github yang telah dilakukan berbagai macam pengembang.

SPAN merupakan sebuah pekerjaan yang masih berlanjut yang akan mempengaruhi bagaimana perangkat mobile bekerja di masa depan. Hal ini juga merupakan wilayah studi yang menarik di pengembangan Android, membuka inovasi yang mengarah pada penemuan teknologi yang baru. Secara teori, dengan protokol routing yang bagus dan sejumlah titik koneksi yang banyak, menara komunikasi tidak akan dibutuhkan untuk mengoperasikan jaringan ponsel.